Serdang Bedagai, harian24news.id- Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai deteksi dini kanker payudara bagi kelompok lansia di Vihara Che Lek Tian, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.
Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. dr. Syahadatina, M.Biomed., bersama dr. Ekawaty Suryani Mastari, M.Biomed., dr. Miftah Keumala Sari, dan Anbi Hadi Winyoto ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, mengenai pentingnya mengenali gejala awal kanker payudara serta cara melakukan pemeriksaan secara mandiri.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Namun, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar apabila penyakit dapat dideteksi sejak stadium awal.
Tim pengabdian juga meluruskan anggapan masyarakat bahwa benjolan pada payudara selalu menimbulkan rasa sakit. Faktanya, pada tahap awal kanker payudara sering kali tidak disertai nyeri sehingga banyak penderita terlambat menyadari adanya kelainan.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap bulan di rumah untuk mendeteksi perubahan pada payudara, seperti benjolan, perubahan bentuk, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan yang tidak normal. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, serta pentingnya pemeriksaan mammografi bagi kelompok yang berisiko sesuai anjuran dokter.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan materi edukasi, tetapi juga demonstrasi praktik SADARI agar peserta mampu melakukan pemeriksaan secara benar dan rutin. Tim berharap penyuluhan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara dan tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.
“Kanker payudara bukanlah akhir dari segalanya. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, peluang kesembuhan menjadi lebih besar. Karena itu, jangan menunggu muncul rasa sakit untuk mulai memeriksakan diri,” ujar tim penyuluh.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui edukasi kepada masyarakat. Pesan utama yang disampaikan kepada peserta adalah pentingnya melakukan SADARI secara rutin sebagai investasi bagi kesehatan dan kualitas hidup di masa depan. (**)





