Lima Eks OPM Puncak Jaya Ikrar Setia Kepada NKRI, Pendekatan Humanis Berbuah Perdamaian

Puncak Jaya, harian24news.id- Sebuah momen penting dalam upaya memperkuat persatuan di Tanah Papua terjadi di Alun-alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (25/6/2026). Lima pemuda yang sebelumnya tercatat sebagai bagian dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk menyatakan kembali bergabung dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui prosesi ikrar yang berlangsung khidmat.

Kelima pemuda tersebut berinisial BT (27), GW (23), BW (25), TK (25), dan YW (22). Mereka berasal dari Suku Dani, Kampung Gumburu, Distrik Mewoluk. Upacara pengucapan ikrar berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 10.50 WIT dan disaksikan langsung oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan (TNI), tokoh adat, serta tokoh agama setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Puncak Jaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Jaya, Dandim 1714/Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya, Dansatgas Yonif 743, Dansatgas Yonif 136, Ketua Klasis GIDI Mulia Telius Wonda, para kepala kampung, tokoh adat, dan tokoh agama. Kehadiran seluruh elemen tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap proses reintegrasi para pemuda ke dalam kehidupan masyarakat.

Dalam prosesi itu, kelima mantan anggota OPM secara bergantian membacakan ikrar kesetiaan kepada NKRI yang dipandu langsung oleh Bupati Puncak Jaya. Setelah pembacaan ikrar, mereka menandatangani naskah pernyataan dan melanjutkan dengan mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen untuk kembali berada dalam bingkai Indonesia.

Suasana haru terlihat saat prosesi berlangsung. Setelah pengucapan ikrar, pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri menyerahkan baju batik dan Kartu Ikrar NKRI kepada masing-masing peserta sebagai tanda resmi bergabung kembali dengan masyarakat dan negara.

Sebagai langkah awal mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial, pemerintah daerah bersama TNI-Polri juga memberikan bantuan berupa paket sembako senilai Rp1 juta, uang pembinaan sebesar Rp1 juta untuk setiap peserta, serta bantuan pakaian dan dukungan kepada tokoh masyarakat yang menjadi saksi dalam kegiatan tersebut.

Pemerintah daerah menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi sosial, pembinaan teritorial, serta keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama dalam membangun kepercayaan di tengah masyarakat.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat akan terus diperkuat melalui pendampingan, pemantauan, serta program pemberdayaan ekonomi agar para pemuda tersebut dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, aman, dan sejahtera di tengah masyarakat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pendekatan dialog, pembinaan, dan kebersamaan tetap menjadi salah satu jalan penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan persatuan di wilayah Papua Tengah. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *