Inspirasi Masuk ke Dalam Diri Kita Ada Empat Macam

Oleh: Dawuh Kyai Said Aqil Siroj. (harian24news.id/Ist)

Inspirasi yang masuk ke dalam diri kita ada empat macam. Pertama, jika datang dari Allah, namanya hidayah. Hidayah pasti akan mendorong kita untuk berbuat baik.

Kedua, jika datang dari malaikat, namanya ilmu atau kecerdasan, yang membimbing manusia kepada pemahaman dan kebijaksanaan.

Ketiga, jika datang dari setan, namanya wasawis (waswas), yaitu bisikan yang bersifat spontan; ajakan untuk menyimpang, namun biasanya masih lebih mudah kita lawan.

Tetapi yang paling sulit dilawan adalah yang keempat yaitu hawajis, yaitu dorongan hawa nafsu kita sendiri.

Ketika seseorang melakukan kejahatan secara terencana, tersusun baik, dan rapi, itu bukan semata-mata godaan setan, melainkan dorongan dari nafsunya sendiri.

Di mana pun kita berada, selalu ada tarikan hawajis nafsaniyah—di rumah, di kantor, bahkan di masjid atau tempat suci sekalipun. Itulah yang paling sulit untuk kita lawan.

Yang mampu mengalahkan tarikan hawa nafsu adalah hamba Allah yang bijak dan ma’rifat, karena orang tersebut telah merasakan indahnya iman, ihsan, serta kedekatan dengan Allah, The Absolute One Existence.

Namun sebesar apa pun godaan nafsu dan sebanyak apa pun dosa manusia, pintu taubat selalu terbuka. Dosa-dosa kita, sebanyak apa pun dan sebesar apa pun, selama kita mau bertaubat, menyesali perbuatan kita, serta bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.

Sebab dosa manusia, sebanyak dan sebesar apa pun, tetaplah sesuatu yang bisa dihitung. Tetapi maghfirah (ampunan) Allah tidak terbatas—No Beginning, No End; No First, No Last. Kasih sayang dan ampunan-Nya melampaui segala dosa hamba-Nya.

Karena itu, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Yang terpenting adalah terus memperbaiki diri, melawan tarikan hawajis nafsaniyah, menjaga iman, serta kembali kepada Allah dengan hati yang tulus. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *