APEKA 2026 Jadi Ruang Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan, PHI Perkuat Sinergi

Jakarta, harian24news.id-PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali memperkuat hubungan dengan insan pers melalui kegiatan Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA PHI) yang dirangkai dengan Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (1/10/2026), tersebut menjadi momentum bagi PHI dan para pewarta untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi mengenai perkembangan industri hulu minyak dan gas bumi di Regional 3 Kalimantan.

APEKA 2026 sendiri merupakan program apresiasi karya jurnalistik yang mengangkat peran dan kontribusi industri hulu migas, khususnya aktivitas PHI di Kalimantan, terhadap ketahanan energi nasional. Program tersebut mengusung tema “Dari Kalimantan untuk Indonesia: Menguatkan Peran Energi bagi Masa Depan Bangsa.”

Dalam kegiatan tersebut, suasana berlangsung akrab. Forum tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi perusahaan, tetapi juga menjadi ajang temu kembali antara jajaran PHI dengan para pewarta yang selama ini mengikuti perkembangan sektor energi.

BASO IGA, Dari Pandemi Menjadi Ruang Silaturahmi

Dalam sambutannya, Dony Indrawan mengingatkan kembali perjalanan BASO IGA PHI yang telah berlangsung sejak masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, forum tersebut lahir dari kebutuhan untuk menjaga komunikasi antara perusahaan dan media di tengah situasi yang ketika itu penuh keterbatasan.

Seiring waktu, BASO IGA berkembang menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan PHI dengan wartawan secara lebih informal dan terbuka.

Bagi Dony, pertemuan dengan para pewarta tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan pemberitaan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan dan insan pers.

“BASO IGA ini mengingatkan kita pada kondisi saat Covid-19 sampai sekarang. Ini juga menjadi momentum temu kangen dengan teman-teman pewarta,” demikian garis besar pesan yang disampaikan Dony dalam sambutannya.

Hubungan yang terbangun tersebut dinilai penting karena industri hulu migas memiliki kompleksitas tinggi dan membutuhkan komunikasi publik yang akurat. Dalam kegiatan BASO IGA sebelumnya, PHI juga menekankan pentingnya kolaborasi media dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif kepada masyarakat.

Dony Indrawan Mendapat Apresiasi

Dalam rangkaian kegiatan APEKA 2026, Dony Indrawan juga mendapat apresiasi atas kiprahnya dalam membangun strategi komunikasi yang efektif serta memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan.

Apresiasi tersebut menjadi bagian dari penghargaan terhadap peran komunikasi dalam membangun hubungan yang konstruktif antara perusahaan, media, dan publik.

Di tengah perkembangan industri energi yang semakin dinamis, komunikasi menjadi salah satu unsur penting untuk menjembatani informasi mengenai operasi hulu migas kepada masyarakat.

Bagi insan media, keterbukaan informasi juga menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan pemberitaan yang faktual dan memberikan konteks yang memadai kepada publik.

Pimpinan Baru Berhalangan Hadir

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa pimpinan baru PHI yang seyogianya hadir dalam kegiatan BASO IGA PHI kali ini harus berhalangan karena terdapat agenda mendadak.

Pimpinan PHI tersebut menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir dan berinteraksi langsung dengan para pewarta dalam kegiatan kali ini.

Meski demikian, komunikasi dengan insan media tetap diharapkan berjalan secara berkesinambungan. PHI juga membuka kemungkinan untuk kembali mengagendakan pertemuan BASO IGA pada kesempatan berikutnya sehingga pimpinan baru dapat bertemu langsung dengan para pewarta.

PHI Siapkan Website sebagai Kanal Informasi

Hal lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah rencana PHI menghadirkan dan memperkuat website perusahaan sebagai sarana komunikasi publik.

Website tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi sebelum diluncurkan.

Kehadiran kanal digital resmi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi yang lebih mudah diakses oleh media maupun masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai PHI dan aktivitas industri hulu migas di Regional 3 Kalimantan.

PHI sendiri merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola aset hulu migas di Regional 3 Kalimantan. Informasi perusahaan saat ini tersedia melalui kanal resmi PHI.

Penguatan kanal komunikasi digital menjadi relevan seiring kebutuhan masyarakat dan media terhadap informasi yang cepat, akurat, serta dapat ditelusuri dari sumber resmi.

APEKA Dorong Kualitas Jurnalisme Energi

APEKA 2026 menjadi bagian penting dari rangkaian hubungan PHI dengan media. Program ini memberikan ruang kepada pewarta untuk mengangkat berbagai perspektif mengenai industri hulu migas, energi, inovasi, operasi, lingkungan, hingga kontribusi sosial perusahaan.

Pada peluncurannya, APEKA 2026 mencakup sejumlah kategori karya jurnalistik, antara lain media cetak, media online, televisi, radio, photo essay, serta kategori peserta teraktif. Cakupan peserta juga diperluas dengan melibatkan pewarta dari wilayah operasi PHI di Kalimantan.

Program tersebut bukan sekadar kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkaya perspektif pemberitaan sektor energi.

Dengan keterlibatan pewarta dari berbagai wilayah, cerita mengenai energi di Kalimantan dapat disampaikan melalui perspektif yang lebih beragam, terutama terkait bagaimana kegiatan hulu migas berhubungan dengan kebutuhan energi nasional.

PHI mengelola operasi hulu migas Pertamina di Regional 3 Kalimantan, termasuk melalui sejumlah entitas seperti Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

Karena itu, komunikasi mengenai kegiatan hulu migas tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan operasi, keselamatan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kontribusinya terhadap ketahanan energi.

Pada awal 2026, PHI juga melaporkan realisasi produksi minyak dan gas yang berada di atas target triwulan pertama. Data yang disampaikan perusahaan dan menyebut realisasi minyak mencapai lebih dari 120 persen target, sedangkan gas sekitar 104 persen.

Dalam konteks tersebut, keberadaan media menjadi penting untuk memastikan perkembangan sektor energi dapat diketahui publik melalui pemberitaan yang faktual dan berimbang.

BASO IGA PHI dan APEKA 2026 akhirnya mempertemukan dua kepentingan yang saling beririsan: kebutuhan perusahaan untuk menyampaikan informasi secara terbuka dan kebutuhan media untuk memperoleh data serta perspektif yang memadai dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Bagi para pewarta, forum tersebut sekaligus menjadi ruang bertemu, bertukar pengalaman, dan membangun kembali kedekatan setelah perjalanan panjang sejak masa pandemi.

Sementara bagi PHI, komunikasi dengan media menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan dalam menyampaikan perkembangan industri hulu migas Kalimantan kepada masyarakat luas. (**)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *