Kemenkop Fasilitasi Ekspor Gambir ke India-Pakistan

Teks. Foto: Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari/Dok.Humas Kementerian Koperasi. (harian24news.id/Ist)

 

Jakarta, harian24news.id-Sektor koperasi kembali menunjukkan langkah nyata dalam upaya hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera Barat secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD.

Penandatanganan Nota Kesepahaman terkait ekspor komoditas gambir tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, pada Selasa (23/6).
Sinergi ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengintegrasikan produsen lokal ke dalam ekosistem perdagangan global yang lebih luas.

Kerja sama strategis ini membidik potensi pasar di India dan Pakistan dengan estimasi nilai mencapai USD 732.831 atau setara dengan Rp11,72 miliar.

Target pengiriman komoditas gambir dipatok sebanyak 20 ton per bulan guna memenuhi permintaan pasar internasional tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menegaskan agar kolaborasi ini segera direalisasikan secara konkret.

Pemerintah memberikan tenggat waktu yang tegas agar transaksi kontrak bisnis dan pengiriman barang dalam bentuk hilirisasi dapat terwujud dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Kehadiran sejumlah pejabat kementerian dalam acara tersebut menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam mengawal standardisasi produk ekspor nasional.

Salah satu tantangan utama yang harus dihadapi adalah menjaga konsistensi jumlah pasokan dan mutu produk saat permintaan mulai melonjak tajam.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mengawal penerapan standardisasi internasional seperti HACCP demi menjaga reputasi produk Indonesia di mata dunia.
Destry berharap regulasi perdagangan luar negeri dapat diperketat agar pembeli asing tidak langsung membeli bahan baku mentah dari tingkat desa demi stabilitas harga.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menyambut baik target percepatan implementasi yang dicanangkan oleh pihak kementerian.

ID FOOD berkomitmen menjadikan komoditas unggulan daerah sebagai produk ekspor global melalui anak usahanya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.
Terdapat tiga pilar utama yang wajib dijaga dalam membangun ekosistem ekspor ini, yakni keberlanjutan pasokan, konsistensi kualitas, dan daya saing harga.

Ke depan, ID FOOD akan mengoptimalkan seluruh kantor cabangnya sebagai pusat pengembangan sumber daya untuk mengidentifikasi produk daerah yang siap ekspor.

Ketua Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri, Eriyanto, menilai kerja sama ini sebagai kabar baik bagi para petani di daerahnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemenkop dan Dinas Koperasi UKM Sumatera Barat yang telah memfasilitasi kemitraan langsung dengan BUMN Pangan tersebut.

Koperasi yang telah berdiri sejak tahun 2021 ini mengonsolidasikan sekitar 190 petani dengan total luas lahan mencapai 450 hektare.

Dengan kapasitas produksi mencapai 50 ton per bulan, koperasi optimis dapat memenuhi target ekspor yang telah disepakati bersama.

Nota kesepahaman ini memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani gambir di Sumatera Barat sekaligus menguatkan rantai hilirisasi komoditas.

Pihak koperasi berkomitmen untuk menjaga manajemen yang profesional dan transparan agar posisi gambir Indonesia semakin kokoh di pasar global. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *