Wamenaker Afriansyah Noor Soroti Alih Teknologi Whoosh, SDM Indonesia Diharapkan Makin Mandiri

Jakarta, harian24news.id- Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam pengoperasian dan pengembangan teknologi kereta cepat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sekaligus HUT ke-3 operasional Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2026).

Afriansyah berharap proses alih pengetahuan atau transfer of knowledge dari tenaga ahli Tiongkok kepada tenaga kerja Indonesia dapat terus memperkuat penguasaan teknologi, keterampilan teknis, serta kemampuan perawatan kereta cepat.

Menurutnya, pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan transportasi modern. Tenaga kerja Indonesia diharapkan semakin mampu menjalankan tugas secara profesional, mandiri, dan sesuai standar keselamatan yang berlaku.

“Kemnaker terus berkolaborasi dengan KCIC karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja Indonesia. Ke depan, kualitas pelayanan dan perhatian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus terus ditingkatkan,” ujar Afriansyah.

SDM Lokal dan K3 Jadi Perhatian

Afriansyah mengapresiasi ketepatan waktu layanan Whoosh yang menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan transportasi. Namun, menurutnya, keberhasilan operasional kereta cepat juga perlu didukung peningkatan kualitas pelayanan dan kemampuan tenaga kerja.

Ia menegaskan, kemajuan transportasi tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan. Kompetensi personel, koordinasi antartim, serta kepatuhan terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga harus menjadi perhatian utama.

“Kemajuan sebuah transportasi tidak hanya diukur dari teknologi yang modern, melainkan dari kualitas pelayanan, soliditas kerja, serta kepatuhan terhadap K3,” ujarnya.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan KCIC dinilai penting untuk memperkuat kualitas tenaga kerja sekaligus menjaga standar pelayanan dan keselamatan operasional.

Alih Pengetahuan Jadi Bagian dari Kemandirian Teknologi

Pengembangan SDM lokal melalui transfer pengetahuan menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan Whoosh. Program tersebut mencakup pembelajaran teknis, pelatihan kerja, serta pengembangan kompetensi agar tenaga kerja Indonesia dapat menguasai teknologi kereta cepat.

KCIC sebelumnya menyatakan bahwa seluruh perjalanan Whoosh telah dioperasikan sepenuhnya oleh SDM Indonesia sejak 10 April 2025, setelah serah terima tugas masinis dan teknisi dari pihak Tiongkok kepada KCIC.

Pada Oktober 2025, KCIC juga melaporkan bahwa 513 dari 579 peserta program transfer pengetahuan telah menerima alih pengetahuan dan menjalani proses serah terima tugas untuk bidang operasional maupun perawatan. Informasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan kemampuan tenaga kerja lokal mencakup lebih dari sekadar pengoperasian perjalanan kereta.

Dengan capaian tersebut, pengembangan kompetensi selanjutnya tetap penting untuk mendukung penguasaan teknologi, perawatan sarana dan prasarana, serta keberlanjutan layanan kereta cepat di Indonesia.

Berharap Pengembangan Kereta Cepat Menjangkau Wilayah Lain

Afriansyah juga menyampaikan harapan agar keberhasilan pengoperasian Whoosh pada rute Jakarta–Bandung dapat menjadi pijakan bagi pengembangan transportasi kereta cepat di masa mendatang.

Ia berharap konektivitas berbasis kereta cepat dapat dikembangkan lebih luas, termasuk menuju Surabaya dan menjangkau wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, serta Sulawesi.

Pengembangan tersebut tentu membutuhkan perencanaan, kesiapan infrastruktur, pembiayaan, serta pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten agar operasional dapat berjalan aman dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Afriansyah menyampaikan ucapan selamat kepada KCIC atas peringatan hari jadinya. Ia berharap momentum tersebut mendorong perusahaan untuk terus memperbaiki pelayanan dan memberikan kontribusi bagi perkembangan transportasi nasional.

“Selamat ulang tahun dan sukses untuk KCIC. Semoga momentum ini memperkuat semangat untuk terus meningkatkan pelayanan dan berkontribusi besar bagi kemajuan transportasi nasional,” katanya.

Peringatan HUT KCIC dan operasional Whoosh tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya sinergi antara pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi SDM Indonesia, pelayanan berkualitas, serta penerapan standar keselamatan dalam pembangunan transportasi modern. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *