Menkop Launching GENZI UPZ IKA UNPAD, Ada Program Khusus untuk 50 Mahasiswa

Jatinangor, harian24news.id- Program beasiswa UPZ IKA UNPAD bagi mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) tidak hanya sebagai dukungan pembiayaan pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Arah tersebut ditandai dengan peluncuran Program Beasiswa GENZI UPZ IKA UNPAD yang dirangkaikan dengan Program Pendampingan Quranic School of Leader di Masjid Raya UNPAD (MRU), Jatinangor, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 50 mahasiswa UNPAD terpilih menjadi penerima beasiswa.

Berbeda dengan skema beasiswa pada umumnya, para penerima atau awardee program ini secara otomatis mengikuti program pembinaan Quranic School of Leader yang dikelola Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya UNPAD.

Dengan pola tersebut, program tidak hanya menempatkan beasiswa sebagai bantuan finansial, tetapi juga menjadikan pembinaan karakter dan kepemimpinan sebagai bagian dari proses pendidikan penerima manfaat.

Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UNPAD yang juga Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, mengatakan program tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan kepemimpinan sekaligus landasan akhlak dan nilai keislaman.

“Selaku Ketua Umum IKA UNPAD, saya menyambut baik dimulainya Program Beasiswa GENZI UPZ IKA UNPAD yang sekaligus diiringi dengan program pendampingan bagi para mahasiswa penerima, yaitu Quranic School of Leader. Sehingga para awardee bukan hanya sekadar menerima bantuan uang beasiswa, tetapi juga mendapatkan pembinaan akhlak dan ilmu kepemimpinan berlandaskan akidah Islam,” ujar Ferry.

Beasiswa Dipadukan dengan Pembinaan Kepemimpinan.

Model pembinaan yang diterapkan melalui Quranic School of Leader menjadi salah satu aspek penting dalam program tersebut.

Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan pendidikan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan pembentukan karakter.

Pendekatan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.

Harapannya, dukungan pendidikan yang diberikan dapat berlanjut pada lahirnya generasi yang memiliki kapasitas akademik, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Grand Launching program juga diisi dengan orasi ilmiah dari sejumlah tokoh.

Mantan Rektor UNPAD, Prof. Tri Hanggono Achmad, menyampaikan orasi mengenai ekosistem kebijakan kesehatan masyarakat. Sementara Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dr. Dadang Muljawan, membawakan materi mengenai visi pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

Kehadiran dua perspektif tersebut memperluas konteks program, dari pembinaan mahasiswa hingga isu kesehatan masyarakat dan pengembangan ekonomi syariah.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, antara lain Wakil Rektor UNPAD Prof. Widya Setiabudi Sumadinata, Ketua BAZNAS RI Dr. Sodiq Mudjahid, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Dr. Junarto Herdiawan, Direktur Utama LPDB KUMKM Krisdianto, Ketua UPZ Bank Indonesia Iman Kukuh, serta perwakilan BSI, Fitri Kurnia.

Dari Masjid, Gagasan Ekonomi Komunitas Masjid Didorong.

Selain peluncuran program beasiswa, agenda tersebut juga membuka pembicaraan mengenai peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ferry mendorong agar Masjid Raya UNPAD dapat menginisiasi Koperasi Masjid berbasis komunitas.

Gagasan tersebut diarahkan sebagai salah satu bentuk pengembangan dakwah di bidang ekonomi dengan mengedepankan prinsip ekonomi syariah.

Gagasan tersebut mendapat respon dari jajaran pengelola Masjid Raya UNPAD dan UPZ BAZNAS IKA UNPAD.

Ketua DKM MRU Dr. Syaiful Rahman Soekandar bersama Ketua UPZ BAZNAS IKA UNPAD Agus Santoso menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan koperasi masjid tersebut.

Jika terealisasi, koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas di lingkungan kampus dan masjid.

Dari peluncuran beasiswa hingga gagasan koperasi masjid, rangkaian agenda di MRU menunjukkan adanya upaya menghubungkan pendidikan, pembinaan kepemimpinan, filantropi, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu ekosistem.

Bagi 50 mahasiswa penerima GENZI UPZ IKA UNPAD, beasiswa menjadi pintu masuk.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana proses pembinaan tersebut mampu membentuk kapasitas dan karakter yang dapat mereka bawa ke tengah masyarakat.

Dengan demikian, nilai program tidak semata diukur dari jumlah mahasiswa yang menerima bantuan, tetapi juga dari sejauh mana investasi pendidikan tersebut melahirkan generasi yang mampu memberi kontribusi lebih luas setelah menyelesaikan studinya. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *