Teks. Foto: Jerigen kosong yang diposting oleh oknum pesbuker. (harian24news.id/Ist)
Binjai, harian24news.id-Banyak asumsi oknum tertentu yang membuat Binjai tidak kondusif, prihal tudingan lokasi penimbunan minyak di Sumut khususnya di Gg. Nurhayati, Lingkungan I, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, padahal lokasi tersebut hanya lokasi tempat transit jerigen kosong dan tidak lagi beraktifitas karena kelangkaaan BBM, Selasa (04/07/2026).
“Dapat dijelaskan, demi Memenuhi Kebutuhan Warga yang hingga sampai detik ini antrian BBM sangat panjang, Pedagang Eceran Jual BBM Gunakan Becak Bermotor membantu menyalurkan minyak dengan harga relatif. Dapat kita ketahui, banyaknya asumsi berita opini tentang dugaan penimbunan minyak di lokasi tersebut adalah tidak benar, mereka pedagang becak/menggunakan sepeda motor ada puluhun orang menaiki betor yang menggunakan jerigen/botol Aqua tersebut jika langsung menggunakan jerigen ke galon untuk mengambil BBM non subsidi pastinya dapat memicu kemarahan warga Masyarakat yang sedang antri, sehingga mereka pedagang eceran berinisiatif berkumpul di lokasi tersebut agar dapat membantu bagi yang tidak sanggup melakukan antri, agar nyaman dan meringankan para pengendara,”tutur sejumlah penjual minyak ketengan tersebut kepada harian24news.id, rabu (15/07/2026).
Seperti berita yang diberitakan dengan narasi opini oleh pesbuker Kota Binjai Inisial BB alias Bombom dalam postingannya “Diduga Adanya Penimbunan BBM di Massa Sulit BBM Saat Ini Mereka Tega”!!!, itu adalah postingan yang opini.
Dapat dijelaskan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), sejumlah pedagang eceran di Kota Binjai dan sekitarnya memanfaatkan becak bermotor untuk membantu jasa titip (Jastip) menjual BBM kepada masyarakat kecil langsung bukan dijual ke pabrikan maupun dijual mahal.
“Langkah ini dilakukan sebagai upaya membantu warga yang kesulitan memperoleh BBM akibat antrean panjang di sejumlah SPBU. Dengan berkeliling menggunakan becak bermotor, para pedagang berharap masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar, terutama untuk keperluan sehari-hari dengan harga terjangkau. Terkadang sebagian Masyarakat tidak sanggup antri, maka dilakukan upaya proses antri setiap dapat satu jerigen BBM langsung di ecer oleh pedagang yang mata pencariannya pengecer ketengan/botol. Meski demikian, masyarakat penjual eceran menumpukkan jerigen tesebut agar tidak memicu kegaduhan di SPBU sehingga jerigen di tumpuk seperti gambar diatas,”masih sambungnya.
“Dihimbau kepada Masyarakat agar jelih melihat mana penimbun dan mana penjual along-along agar tidak menelan berita opini,”tutup Siswanto SE dan dirinya berpesan untuk tetap mengutamakan keselamatan serta memastikan BBM dibeli dan disimpan sesuai ketentuan yang berlaku.
Siswanto Ihsan SE, juga berharap kondisi pasokan BBM segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa.
Menurutnya lagi, tentang berita miring tentang penimbunan minyak adalah tidak benar, dapat saya klarifikasi dengan detail berawal Warga Kebun Lada yang bernama Charul Lubis yang beberapa hari belakangan meminta minyak kepada salah satu betor tetapi tidak ada alias belum masuk di SPBU.
Kemudian, karena kelangkaan minyak dan menuduh di unggahan video durasi menitan tampak lokasi yang di share kepada temannya pesbuker bernama Bombom menuding tempat tersebut adalah lokasi penimbunan BBM, padahal dapat diketahui terutama solar subsidi, masih langkah di sejumlah SPBU Kota Binjai dan beberapa wilayah Sumatera Utara. Pemerintah Kota Binjai bersama TNI-POLRI telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU sebagai respons atas antrean yang terjadi.
Pengelola SPBU Kelurahan Kebun Lada Ucok Siregar menjelaskan antrean dipicu oleh keterlambatan distribusi BBM akibat keterbatasan armada pengangkut, bukan karena adanya pembatasan pembelian. (**)





