Jakarta, harian24news.id-Kepala Penerangan TNI Komando Operasi (Koops) Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Nalince Wamang (17).
Remaja perempuan tersebut menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, pada 7 Mei 2026 lalu.
Letkol Wirya menyatakan keprihatinannya mengingat korban yang baru saja lulus dari jenjang SMK tengah berupaya mencari nafkah bersama sang paman saat peristiwa naas tersebut terjadi.
Ia memahami bahwa kehilangan ini menjadi pukulan yang sangat berat bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.
Membantah Tuduhan Penembakan Terkait dengan munculnya tuduhan yang menyebutkan bahwa pihak TNI menjadi pelaku penembakan, Letkol Wirya memberikan bantahan secara tegas.
Pihaknya menjelaskan bahwa tindakan yang diambil oleh personel di lapangan justru merupakan upaya penyelamatan medis dengan mengevakuasi korban secepat mungkin ke rumah sakit.
Namun, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, tepatnya di jalan poros MP. 69, korban dinyatakan meninggal dunia.
Pihak TNI kemudian langsung menyerahkan jenazah almarhumah kepada pihak keluarga dan menegaskan tidak ada tindakan penembakan yang diarahkan kepada masyarakat sipil.
Komitmen Investigasi Transparan Guna merespons permintaan pihak keluarga terkait transparansi kasus ini, Koops Habema kini tengah melakukan investigasi internal secara mendalam dan serius untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh.
Selain itu, TNI juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam proses klarifikasi lanjutan agar fakta di lapangan dapat terungkap secara objektif.
Menjelaskan situasi saat kejadian, Letkol Wirya memaparkan bahwa prajurit TNI kala itu sedang melaksanakan kegiatan aklimatisasi atau penyesuaian lingkungan di area latihan.
Ketika mendengar rentetan suara tembakan, personel langsung bergerak menuju sumber suara sesuai prosedur operasional demi melindungi warga sipil yang diketahui sedang beraktivitas mendulang di sekitar lokasi.
Pihak TNI juga menepis narasi mengenai adanya pendirian pos baru maupun rekayasa dalam insiden ini.
Keberadaan personel TNI di wilayah tersebut murni dalam rangka menjalankan tugas pengamanan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia, serta untuk melindungi masyarakat dan aset negara dari segala bentuk gangguan kelompok bersenjata. (**)





