Binjai, harian24news.id-Masa mengatas namakan Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Binjai menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Binjai merusak mengakibatkan pagar berukuran besar turut di tumbangkan. Senin (27/4).
Aksi yang bermula datar dan santun, tanpa di duga menjelang tengah hari berubah brutal hingga perusakan pagar di tumbangkan. Aksi anarkis tersebut sebelumnya pendemo minta bertemu Walikota Binjai, Amir Hamzah berhubung di luar kota. Mendengar informasi tersebut masa berubah dan anarkis.
Massa membawa berbagai atribut unjuk rasa seperti spanduk, bendera, serta sound system. Beberapa tulisan tuntutan.
Aksi ini merupakan bentuk protes atas penggusuran yang dilakukan Satpol PP terhadap pedagang kaki lima di kawasan Jalan Bandung dan Jalan Olahraga. Selain itu, mereka juga menyoroti janji kampanye yang dianggap tidak ditepati.
Salah satu pedagang, Firman, yang mengaku memiliki cacat permanen, menuturkan rasa putus asanya. Ia mengaku sudah 25 hari tidak bisa berjualan sehingga kesulitan menghidupi keluarga.
“Kami bukan teroris, kami bukan pemberontak. Kami tahu hukum dan kami siap ditata. Tolong kepada Bapak Walikota untuk berjumpa dengan kami walau hanya 5 menit,”papar sejumlah pedemo.
Kondisi memanas ketika massa merasa diabaikan. Mereka menolak ditemui oleh perwakilan pejabat yang diutus dan menuntut Walikota Binjai hadir secara langsung. Karena keinginan tersebut tidak terpenuhi, emosi massa meledak.
Terjadi aksi dorong-mendorong dengan petugas keamanan yang berjaga. Akibatnya, kedua pintu gerbang utama Kantor Pemko Binjai berhasil dirubuhkan dan runtuh. Massa kemudian menerobos masuk dan memadati halaman kantor walikota.
Hingga pukul 12:30 WIB, massa masih bertahan di lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima, Walikota sedang berada di luar kota untuk dinas luar.
Merespons hal tersebut, Edward Gurki menyampaikan keputusan hasil diskusi massa. Mereka bersedia bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun Walikota wajib terlibat melalui sambungan video call untuk mengambil keputusan.
“Kami mendapat informasi kalau Walikota sedang dinas luar. Hasilnya, kami bersedia bertemu dengan Sekda dan para OPD, namun Walikota harus ikut serta dengan cara video call untuk menentukan sikap,” tegasnya.
Kemudian, dilakukan Rapat Dengar Pendapat di ruang rapat lll dipimpin Sekda Pemko Binjai Chairin Simanjuntak dan langsung menghubungi Walikota Binjai.
Kadis Kominfo Pemko Binjaj Ikhsan mengatakan Walikota Binjai sebelumnya meminta maaf karena saat ini belum bisa menemui para pedagang karena sedang menghadiri Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah berprestasi tahun 2026 di Palembang. ” Insyaallah pertemuan di agendakan walikota Binjai pada hari Rabu. Dan masa pendemo masih saja berkeras agar walikota dapat hadir. Hal ini bagaimana mau diwujudkan karena walikota binjai masih melaksanakan kerja diluar kota,” kata Ikhsan.
Sementara itu, pertemuan berakhir alot tanpa ada kesepakatan. Tuntunan pedagang tetap bisa berjualan ditempat semula. Massa tetap menolak direlokasi ke Stadion Binjai. (**)





