U-17 Merebutkan Piala Gubernur Sumut Berlangsung Meriah

 

Teks Foto : Baharuddin selaku Kadispora, bersama seluruh atlet U-17, Senin (16/12/2019). (harian24news.co/Dani)

 

Medan, harian24news.co – Persiapkan atlet di event PON 2024. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Disporasu) menggelar kejuaran sepakat bola usia 17 tahun (U-17) memperebutkan piala Gubernur Sumut berlangsung meriah.

“Harapan kita tentu atlet – atlet pelajar kita ini menjadi harapan di event PON 2024. Maka, kita harus mempersiapkan mereka sejak dini. Seperti piala gubsu ini beberapa kali kita putar. Tetapi harapan kita juga kabupaten dan kota harus putar kompetisinya, sehingga yang dibawa ke sini (piala gubsu) tidak di comot – comot gitu,” kata Kepala Dispora Sumut Baharuddin usai membuka acara mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi , Senin (16/12/2019).

Ia pun berharap event ini sebagai rangsangan bagi tiap kabupaten/kota untuk melakukan dan memutar event sepakbola yang sama agar menciptakan pemain yang unggul dan baik pula.

“Kalaupun semua tidak memutar kompetisi di daerahnya, minimal beberapa daerah. Harapannya ke depan ini di kabupaten dan kota di cari bibit unggulnya, jangan yang dibawa gak unggul gitu. Jadi, setiap daerah membawa pemain unggul untuk di laga di sini, agar didapat bibit unggul pada PON 2024,” ucapnya.

Orang nomor satu di Dispora Sumut mengakui potensi olahraga sepakbola di setiap kabupaten dan kota belum merata. Salah satu faktornya adalah minimnya kompetisi di daerah.

“Pesertanya tahun ini ada 16 tim, dan harusnya 33 tim. Tapi tidak apa – apa, mungkin potensi olahraga sepakbola di Sumut belum merata di seluruh kabupaten dan kota. Cuma kita berharap di daerah – daerah dataran tinggi itu penting juga ada pemain sepakbola. Karena di sana paru – paru mereka sudah sering menghirup udara dingin. Jadi, VO2 Max nya tinggi,” ungkap Bahar.

Menurut Bahar, kompetisi itu sangat penting sebagai evaluasi atlet dari hasil latihan yang mereka lakukan selama ini.

“Apa yang kita lakukan ini prinsipnya adalah bagaimana kita membangun olahraga di Sumut. Jangan kita anggap ini sepele. Event – event seperti ini penting. Kalau hanya berlatih saja tanpa try out itu sama saja,” pungkanya.

Sementara itu, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis optimis, sepakbola Sumut bisa bangkit untuk masa mendatang. Terbukti saat ini ada tim Karo United yang notabennya baru perdana mengikuti liga profesional Indonesia, sedang berjuang untuk bisa promosi ke liga 2. Selain PSMS Medan yang dipastikan bertahan di liga 2 musim 2020, Karo United bisa saja memberikan kejutan jika mampu promosi di liga 2. Minimal ada satu tim asal Sumut yang bisa berlaga di kasta utama kompetisi liga 1.

“Kita harapkan di liga 2 ini, tahun depan berlaga di liga 2 mari kita doakan Karo United lolos. Sehingga nanti ada dua tim andalan kita di sana PSMS dan Karo United. Dari dua ini ya kalau kita serius ini bisa lolos ke Liga 1. Kalau lolos ke liga 1 berarti sepakbola Sumut kembali bangkit. Minimal salah satu ada lolos lah,” tutur John.

“Ini kan pemainnya mayoritas anak Sumut. Bahkan saya nanti akan diskusi dengan Karo United ini sebagian besar anak Pelatda PON. Kalau memang bisa disinergikan, kalau mereka lolos ke liga 2, ya tim Karo United kita jadikan tim Pra PON kenapa? Lebih gampang kan,” sebut John.

Setelah diketahui, kejuaraan ini berlangsung mulai 16 Desember sampai 23 Desember 2019. Diikuti oleh 400 peserta dari 16 tim yakni, Serdang Bedagai, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, PSMS Medan, Medan, Labuhan Batubara, PS Keluarga USU, KKBO UNITED Lankat, Humbang Hasudutan, Gumarang FC, Deliserdang, PS Dispora, Batubara, Bandar FC Gebang Langkat, Binjai dan Asahan.(Dani)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *