Ketum L-M PEKA : Tangkap Penebang Hutan di Labura

 

Teks. Foto : Ketum L-M PEKA Andro Oki SH. (harian24news.co/Cevin)

 

Labura, harian24news.co- Ketua Umum Lembaga Masyarakat Pencari Keadilan dan Anti Korupsi (L-M PEKA) meminta kepada Kapoldasu Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar mengusut tuntas penebangan hutan yang mengakibatkan banjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kabupaten Labura (Labuhanbatu utara) beberapa hari lalu. Hingga mengakibatkan jalan terputus dan menelan korban jiwa.

Hal ini diutarakan oleh Andro Oki SH kepada Awak Media, Senin (30/12) di Kantornya Jalan Takraw, Provinsi Sumatra Utara dengan terkait banjir bandang di Labura diduga akibat penebangan hutan di Desa Hatapang Kecamatan NA. IX – X Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Oki juga minta Kapoldasu membentuk Tim terpadu penanganan pelaku pembalakan liar di hutan tersebut serta menangkap semua pelaku yang terlibat, termasuk orang-orang yang ikut membacking penebangan hutan tersebut.

” Kapoldasu harus ikut membantu Warga Masyarakat di Wilayah kerjanya. Sebab, kalau ini ada pembiaran akan menjadi preseden buruk bagi pihak penegak Hukum, saya selaku Ketum L-M PEKA selalu mendoakan agar Kapoldasu diberikan kesehatan agar dapat mengungkap kasus tersebut dan menindak tegas bilamana ada Oknum yang membekingi Ilegal loging itu ” ujarnya.

Masih sebut Oki, dirinya juga sangat menyesalkan, pemerintah daerah dan instansi terkait tidak peduli terhadap penebangan hutan di Hatapang yang sudah diprotes masyarakat. Akibat dari penebangan hutan itu, terjadi bencana banjir dan longsor, sehingga masyarakat yang menderita menjadi korban penebangan hutan yang sangat merajalela.

“Kita ingatkan pejabat dan aparat agar jangan mau dibeli dengan lembaran uang, tapi dikemudian hari rakyat yang menjadi korban dan menderita, akibat ketidakpedulian penguasa memberi izin usaha penebangan yang disalahgunakan pengusaha untuk mencari keuntungan,” tandasnya.

Praktisi Hukum ini juga meminta kepada Bupati Labura H Kharuddin Syah yang akrab dipanggil H Buyung segera tanggap memberi bantuan kepada para korban bencana banjir bandang yang meluluhlantahkan ratusan rumah di Labura dan puluhan jiwa menjadi korban, 9 rumah hanyut dan satu desa terisolir.

” Bupati harus segera memberi bantuan kepada para korban, terutama warga yang rumahnya rusak dan hilang agar segera dilakukan perbaikan atau dibuatkan rumahnya. Demikian halnya infrastruktur yang rusak mengakibatkan desa terisolir agar segera diperbaiki,” cetusnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *