Galian C Diduga Ilegal Menjamur di Langkat, Ketua KNPI Wampu Angkat Bicara

Teks. Kondisi sepanjang Jalan Kecamatan Wampu diduga menjadi lintasan Galian C Ilegal. (harian24news.id/TIM)

 

Langkat, harian24news.id- Setiap jenis usaha penambangan galian C untuk mematuhi kententuan perundang-undangan agar tidak merusak lingkungan sekitar dan harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP). Di sisi lain, dugaan lemahnya pengawasan itu, galian c terus menjamur.

Adanya galian C yang diduga ilegal di kecamatan Wampu, kabupaten Langkat Sumatera Utara yang mengakibatkan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat sekitar dan anak sekolah diantaranya yaitu jalan berlubang, abu merebak dimana-mana, jalan licin ketika saat hujan tiba, membahayakan anak sekolah karena truck tidak ditutup dan tidak adanya sumbangsi pengusaha galian C terhadap masyarakat sekitar untuk perbaiki dan drainase.

Menanggapi itu, Ketua DPK KNPI Wampu, M. Suhaimi SE mengatakan pemuda dan elemen masyarakat kecamatan Wampu angkat bicara dan merasa gerah dengan pengusaha galian C yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Oleh sebab itu, KNPI, kata Suhaimi meminta perbaikan dan perawatan jalan lintas protokol kecamatan Wampu. Selain itu, tegasnya, pengusaha galian C untuk memberikan sumbangsih terhadap masyarakat yang terdampak dari akibat galian C.

“Meminta seluruh truck angkutan galian C menutup angkatannya dan Camat Wampu agar menindak tegas terhadap segala problematika yang ada di kecamatan Wampu terkhusus galian C,” tegas dia dalam keterangannya kepada awak media di Langkat, Kamis (3/11/2022).

Dengan begitu, lanjut Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, Camat Wampu memanggil dan mengevaluasi Kades Gohor Lama, Bukit Melintang dan Lurah Bingai karena galian C yang kami duga ilegal terdapat dan melintas wilayah tersebut.

“Meminta Dishub agar merazia dan memberi sanksi terhadap truck yang melanggar tonnase dan truck yang tidak menutup muatan dan mendesak Dinas terkait dalam hal izin galian C untuk merazian galian C yang tidak mempunyai izin,” tegasnya.

Lebih lanjut Suhaimi menegaskan jika tuntutan dan permintaan ini tidak diwujudkan, maka kami akan melaksanakan aksi secara Sustainable (tindakan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan sendiri).

“Aspirasi ini kami sampaikan agar dapat ditindaklanjuti agar para pengusaha dapat melakukan sebagaimana mestinya dan kepada dinas terkait agar menindak tegas sebagaimana ketentuan yang berlaku,” tandas Suhaimi. (TIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *