Cegah DBD, Dinas Kesehatan Kota Binjai Fogging Rumah Warga

 

Teks. Foto : Petugas Dinas Kesehatan Pemko Binjai saat melakukan fooging.(harian24news.online/Ferdy Yupa)

 

 

 

Binjai,harian24news.online-
Untuk mengantisipasi dan mencegah perkembangan penyakit Demam Berdarah dengue (DBD) Pemko Binjai Fooging Rumah Warga yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti, di kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (29/7/2020).

Terkait adanya warga yg terjangkit DBD, Dinas kesehatan mengambil tindakan cepat, “Untuk pencegahannya maka kita lakukan kegiatan Fogging untuk diwilayah jl danau laut Tawar Gg. Kaktus agar tidak terjadi banyaknya korban DBD lagi di wilayah kampung ini khususnya dan kel sumber mulyo rejo pada umumnya,” terang salah seorang petugas dinas.

Tambahnya lagi, “Kegiatan ini sebagai langkah antisipasi Pemerintah terhadap penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD), mudah-mudahan dengan fogging yang kita lakukan ini masyarakat akan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Sementara itu, pihak puskesmas mengatakan kegiatan fogging dipastikan aman untuk manusia.

“Kegiatan fogging dipastikan aman untuk manusia sebab gas untuk fogging nyamuk sudah diracik sedemikian rupa agar tidak membahayakan manusia atau hewan peliharaan, kandungan insektisida dalam gas tersebut sangat minim sehingga hanya mampu membunuh serangga sekecil nyamuk; “Pada intinya kami mengajak warga untuk hidup sehat dan terbebas dari penyakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pihak Puskesmas menegaskan, bahwa pengasapan tersebut hanyalah bersifat sebagai pencegahan dan membantu program pemerintah dalam menanggulangi wabah DBD. Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat agar melakukan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara melakukan 3 M yakni menguras, membersihkan dan mengubur barang bekas.

Warga sekitar mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintahan dan puskesmas yang telah melakukan penyemprotan (fogging) di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih, semoga dengan penyemprotan ini anak dan keluarga kami tidak terserang virus DBD,” pungkas Elisa salah seorang warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *