Teks. Foto: Penampakan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Jalan KL Yos Sudarso Kota Medan. Perusahaan plat merah tersebut diminta tetap menjaga ketahanan energi, sekaligus mendorong penguatan distribusi, transparansi informasi dan respons cepat terhadap persoalan BBM dan LPG di Sumatera Utara. (harian24news.id/Ist)
Medan, harian24news.id- Cipayung Plus Sumatera Utara mengapresiasi kinerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam menjaga ketersediaan dan distribusi energi di Sumatera Utara. Namun, apresiasi tersebut dibarengi catatan.
Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam PMII, IMM, GMNI, KAMMI dan GMKI itu mendorong Pertamina terus memperkuat sistem distribusi, transparansi informasi, serta respons terhadap persoalan energi yang muncul di tengah masyarakat.
Ketua PKC PMII Sumatera Utara, M Agung Prabowo, mengatakan energi merupakan kebutuhan strategis yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas perekonomian. Menurutnya, kelancaran pasokan BBM dan LPG bukan semata persoalan bisnis Pertamina, melainkan berkaitan dengan kepentingan publik.
“Kami mengapresiasi upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menjaga ketahanan energi di Sumatera Utara. BBM dan LPG merupakan kebutuhan yang sangat dekat dengan masyarakat. Ketika distribusinya berjalan baik, maka aktivitas transportasi, UMKM, industri, nelayan, petani, hingga pelayanan publik juga ikut terbantu,” ujar Agung.
Ia mengatakan, mahasiswa tetap akan menjalankan fungsi kontrol sosial meski memberikan apresiasi terhadap kinerja Pertamina. Karena itu, Agung meminta ruang komunikasi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat dan kelompok mahasiswa terus diperkuat, terutama untuk mendeteksi potensi gangguan distribusi sejak dini.
“Mahasiswa tentu tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Apresiasi bukan berarti menghilangkan kritik. Justru kami ingin mendorong agar Pertamina terus terbuka terhadap masukan masyarakat dan semakin cepat merespons apabila terjadi persoalan di lapangan,” tegasnya.
Tak Sederhana
Ketua DPD IMM Sumatera Utara, Rahmat Taufiq Pardede, menilai tantangan distribusi energi di Sumatera Utara tidak ringan. Luas wilayah dan kondisi geografis yang beragam membuat keandalan rantai pasok menjadi hal penting.
Ia mengapresiasi langkah penguatan monitoring, stok, armada distribusi dan koordinasi lintas sektor yang dilakukan Pertamina Sumbagut.
“Menurut kami, tantangan distribusi energi di Sumatera Utara tidak sederhana. Karena itu, langkah Pertamina dalam memperkuat monitoring, armada distribusi, stok, dan koordinasi lintas sektor merupakan hal positif. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan dan langkah tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Rahmat.
Di sisi lain, IMM Sumut meminta Pertamina meningkatkan transparansi informasi kepada publik, khususnya ketika terjadi perubahan pasokan, gangguan distribusi maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan antrean di lapangan.
Energi Jadi Penopang Ekonomi
Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Armando Sitompul, mengatakan energi merupakan salah satu fondasi penting bagi pergerakan ekonomi daerah. Gangguan distribusi BBM dan LPG dapat menimbulkan efek berantai terhadap mobilitas masyarakat, industri, perdagangan dan sektor ekonomi lainnya.
“Energi adalah bagian penting dari roda perekonomian. Ketika pasokan energi terjaga, mobilitas masyarakat, kegiatan industri, perdagangan dan aktivitas ekonomi lainnya dapat berjalan lebih baik. Karena itu, kami mengapresiasi kerja Pertamina Sumbagut yang terus melakukan penguatan distribusi dan pelayanan,” ujarnya.
Armando juga mendorong Pertamina tidak berhenti pada penguatan distribusi, tetapi meningkatkan inovasi, efisiensi, keselamatan kerja dan keberlanjutan dalam pengelolaan energi.
Sempat Terjadi Antrean
Cipayung Plus Sumut juga tidak menutup mata terhadap dinamika distribusi energi yang sempat terjadi pada Juli 2026. Pada periode tersebut, persoalan distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara sempat memicu antrean dan keluhan masyarakat.
Pertamina kemudian melakukan optimalisasi distribusi, antara lain melalui penguatan koordinasi, pengoperasian Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam serta penambahan armada mobil tangki untuk mempercepat normalisasi pasokan. Persoalan tersebut harus menjadi evaluasi agar sistem distribusi energi ke depan semakin tangguh dan mampu merespons gangguan dengan cepat.
Ketua KAMMI Sumatera Utara, Irham Saddani Rambe, menilai ketahanan energi tidak dapat dibebankan hanya kepada Pertamina. Pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, dunia usaha dan kelompok masyarakat sipil dinilai memiliki peran masing-masing dalam menjaga keberlangsungan energi.
“Kami melihat upaya menjaga ketahanan energi tidak bisa dibebankan hanya kepada Pertamina. Pemerintah, masyarakat, aparat, dunia usaha dan kelompok masyarakat sipil harus memiliki tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Irham juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar penggunaan energi dilakukan secara bijak, efisien dan bertanggung jawab. Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut distribusi yang tepat, penggunaan yang efisien serta kemampuan seluruh pihak menghadapi potensi gangguan.
Cipayung Plus Sumut sekali lagi menegaskan apresiasi terhadap Pertamina Sumbagut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan fungsi kritik dan pengawasan mahasiswa. Mereka berharap Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat keandalan pasokan, distribusi, komunikasi publik dan koordinasi lintas sektor.
“Prinsipnya sederhana, energi harus tersedia, distribusinya lancar, tepat sasaran dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal,” pungkas Irham. (**)





