Kalimantan Utara, harian24news.id-Program Pasar Murah Pertamina di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara, tidak sekadar membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di balik 1.000 paket sembako bersubsidi yang disalurkan PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field, terdapat manfaat lanjutan karena hasil penjualan paket tersebut didonasikan untuk mendukung pendidikan di Pulau Bunyu.
Setiap paket sembako dijual Rp30 ribu kepada masyarakat Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan. Kegiatan berlangsung di Balai Handasa Patra, Desa Bunyu Timur, pada akhir Agustus lalu.
Program yang didukung PT Pertamina (Persero) itu menyasar masyarakat kelompok desil 1–4. Pendataan dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan Bunyu untuk memastikan bantuan diterima kelompok yang menjadi sasaran.
Mewakili manajemen PEP Bunyu Field, Sidik Mangku Alam, mengatakan Pasar Murah merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah operasi.
“Program Pasar Murah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan membuka akses mereka terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga membantu menjaga daya beli keluarga. Di PEP Bunyu Field, kami terus berupaya menghadirkan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat Bunyu,” ujar Sidik, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).Menurut Sidik, hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasi hulu migas di Bunyu sekaligus ketahanan energi nasional.
“Semoga produksi migas di Bunyu dapat terus berjalan dengan selamat dan andal sehingga dapat terus memberikan manfaat, termasuk mendukung kebutuhan energi dan pasokan listrik bagi masyarakat Bunyu dan Tarakan,” katanya.
Pelaksanaan program melibatkan Pemerintah Kecamatan Bunyu, komunitas lokal Dorang Peduli, serta masyarakat penerima manfaat. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA itu turut dihadiri perwakilan Bappeda Kabupaten Bulungan, Dinas Sosial Kabupaten Bulungan, Muspika Kecamatan Bunyu, dan KUPP Bunyu.
Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bulungan, Hertasning, mengapresiasi penggunaan data desil 1–4 dalam menentukan penerima manfaat.
“Penggunaan data desil 1–4 menjadi salah satu langkah yang baik dalam memastikan program dapat diterima oleh masyarakat yang memang menjadi sasaran. Kami juga mengapresiasi konsistensi PT Pertamina EP Bunyu Field dalam menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah operasional,” ujar Hertasning.
Manfaat program juga dirasakan langsung warga. Susanah Labani, warga RT 1 Desa Bunyu Barat, mengatakan harga sembako yang terjangkau membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Saya sangat bersyukur atas apa yang diberikan, terutama kepada Pertamina yang selalu hadir dan berbagi dengan masyarakat,” ujar Susanah.
Sementara itu, Head Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menegaskan manfaat program tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pokok.
“Menariknya pada program kali ini, manfaatnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga berlanjut untuk mendukung pendidikan di Pulau Bunyu,” ujar Elis.
Ia menjelaskan, hasil pembelian paket sembako masyarakat selanjutnya disalurkan untuk mendukung pendidikan. Mekanisme tersebut membawa semangat “dari masyarakat, untuk masyarakat”.
“Kami berharap semangat berbagi dan gotong royong ini dapat terus tumbuh. Kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan masyarakat juga penting untuk menghadirkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Dengan pola tersebut, Pasar Murah menghadirkan manfaat berlapis: membantu daya beli masyarakat, mendukung pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi sosial di wilayah operasi.
PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dinakhodai PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, PEP Bunyu Field menjalankan operasi hulu migas dengan mengedepankan keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan, lingkungan, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kontribusi #EnergiKalimantanUntukIndonesia. (**)





