Binjai, harian24news.id- Fenomena baru tengah mengguncang kancah sepak bola kasta keempat Indonesia. Binjai City resmi mengamankan tiket menuju babak 6 besar Liga 4 Piala Gubernur Sumut 2026, setelah tampil dominan sepanjang fase grup. Tidak sekadar lolos, tim ini mencatatkan prestasi impresif dengan status belum terkalahkan (unbeaten), Sabtu (4/4/2026).
Keberhasilan ini menjadi sorotan tajam bagi para pengamat sepak bola Sumut maupun nasional, mengingat ketatnya persaingan di Liga 4 piala gubernur Sumut musim ini. Di bawah komando manajer Ferdy Yupa dan Pelatih Kepala Amran, Binjai City bertransformasi menjadi kekuatan yang solid dengan kombinasi pertahanan gerendel dan transisi menyerang yang sangat mematikan.
5 Pertandingan disapu bersih dengan Poin Penuh:
Binjai City vs Harjuna 2-0
Binjai City vs Gunung sitoli 4-1
Binjai City vs Poslab 4-1
Binjai City vs Kwarta 2-1
Binjai City vs Brimo 1-0
Keberhasilan Binjai City tak lepas dari tangan dingin sang manajer, Ferdy Yupa dan Coach Amran dinilai berhasil membangun keharmonisan dalam ruang ganti sekaligus menanamkan mentalitas juara kepada para pemain muda.
Strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada hasil di lapangan, tetapi juga pada kedisiplinan taktis yang sangat terukur. “Kami tidak datang hanya untuk berpartisipasi. Sejak awal, target kami adalah Juara, dan babak 6 besar ini kado menuju tujuan besar tersebut,” ujar Ko Hadi Wijaya sebagai Owner.
Statistik Impresif Sepanjang Musim
Dominasi Binjai City terlihat jelas dari catatan statistik mereka:
Rekor Pertandingan: Tanpa kekalahan di seluruh fase penyisihan.
Lini Pertahanan: Menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling minim di grupnya.
Produktivitas: Lini depan yang tajam, konsisten mencetak gol di setiap laga krusial.
Menatap Babak 6 Besar
Lolos dengan poin sempurna tentu memberikan keuntungan moral bagi skuad Binjai City.
Namun, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Di babak 6 besar, mereka akan berhadapan dengan jawara-jawara dari grup lain yang memiliki ambisi serupa.
Dukungan suporter di Binjai kini kian masif. Antusiasme masyarakat lokal diprediksi akan menjadi “pemain ke-12” yang sangat krusial saat tim melakoni laga-laga penentu di fase berikutnya.
”Binjai City saat ini bukan lagi tim kuda hitam. Mereka adalah kandidat kuat juara. Konsistensi dalam menjaga rekor tak terkalahkan adalah bukti bahwa manajemen dan tim teknis bekerja sangat sinkron,”ujar sejumlah Masyarakat Sumatra Utara kepada awak Media, Minggu (05/04/2026). (**)




