Relawan Bikers Binjai Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir Akibat Banjir Bandang di Aceh

Aceh, harian24news.id – Relawan Bikers Binjai Peduli Kemanusiaan menembus wilayah terisolir di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Minggu (7/12/2025), untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang yang melanda sembilan desa di kawasan tersebut.

Sembilan desa yang terisolir antara lain Desa Serba, Sunting, Rantau Bintang, Alur Jambu, Perkebunan Alur Jambu, Pengidam, Blang Kandis, Bengkelang, dan Batang Ara. Banjir bandang yang datang secara tiba-tiba ini disebut warga sebagai yang terparah dalam sejarah daerah tersebut.

Menurut kesaksian warga, ketinggian air saat banjir mencapai 10 meter, disertai arus kuat yang membawa lumpur tanah liat setebal 3 meter. Bahkan, saat banjir memuncak, hanya pucuk pohon sawit yang terlihat dari permukaan.

“Sebanyak 95 persen rumah warga hanyut. Yang tersisa pun tertimbun tanah hingga setinggi atap, seperti kuburan massal. Semua harta benda dan ternak tak ada yang bisa diselamatkan,” ungkap salah satu warga yang ditemui relawan.

Sekitar 5 persen rumah yang berada di dataran lebih tinggi menjadi tempat perlindungan warga sementara dan diubah menjadi posko pengungsian.

Akses Terputus, Desa Disebut Mirip “Kampung Zombi”

Bencana ini juga merusak infrastruktur utama. Jembatan penghubung utama hilang disapu banjir, membuat akses menuju desa-desa tersebut hanya dapat ditempuh dengan memutar jauh melalui Kecamatan Pulau Tiga, Aceh Tamiang.

Ketua Bikers Binjai, Mardy Vixion, menjelaskan bahwa tim relawan hanya mampu mencapai Desa Serba, itu pun dengan kawalan Ketua Pemuda Desa Serba, Bang Mulkan, dan hanya sampai ke posko pengungsian terdekat.

“Jalan menuju posko dipenuhi lumpur licin setebal 10 sentimeter. Motor kami beberapa kali terjatuh. Semakin ke pedalaman, lumpurnya makin tebal dan berbahaya,” ujar Mardy.

Kondisi desa-desa ini semakin memprihatinkan karena listrik padam total, jaringan internet terputus, dan warga bahkan mengaku sudah tak tahu lagi hari atau tanggal akibat keterisolasian tersebut.

Malam hari, wilayah itu tenggelam dalam gelap gulita. Warga sekitar menyebutnya sebagai ‘desa zombi’, karena siapa pun yang keluar dari wilayah tersebut akan tampak penuh lumpur dari kepala hingga kaki.

Meski menghadapi medan berat, Relawan Bikers Binjai tetap menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, pakaian, air bersih, dan kebutuhan darurat lainnya.

“Kami akan terus berupaya menjangkau desa-desa lain begitu kondisi memungkinkan,” tambah Mardy.

Bencana besar ini kini menunggu perhatian serius pemerintah daerah dan pusat untuk membuka akses, mengevakuasi korban, serta membangun kembali infrastruktur yang hancur. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *